• DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
cloud

Belajar Sukses Dari Memindahkan Bom Kelereng



INOVATOR
NAMA YUPITER SULIFAN
PROFESI guru BK
NAMA SEKOLAH SMA Negeri 1 Taman
ALAMAT Jl. Sawunggaling No. 2 Jemundo Taman
TGL UPLOAD 28 Nov 2020
FILE INOVASI BOM KELERENG di Smanita P JUVE sip-dikonversi.pdf

Manfaat

Siswa belajar materi BK dengan senang sehingga mereka tidak akan bosan atau jenuh dalam menerima materi dari guru.


Sasaran

Sukses itu mestidipelajari, sukses itu bisa dari melihat kesuksesan yang lain bukan semata-matapemberian. 

Sebagai salah satu kelengkapan untuk pengajuan DUPAK.


Deskripsi

Andajangan berburuk sangka dulu dengan hanya membaca judul tulisan diatas. Bom yangsaya maksud bukan bom seperti yang dilakukan oleh teroris tempo hari. Sama sekalibukan seperti itu!

Bomkali ini adalah bom yang terbuat dari kelereng. Lho, bom kok terbuat darikelereng? Saya umpamakan kelereng ini bagai sebuah bom. Saya akan mengajak siswamemindahkan bom. Bom dalam hal ini kelereng, saya letakkan di tutup botol airmineral.

Satututup botol bisa menampung satu biji kelereng. Satu kelompok diisi tiga atauempat orang. Tergantung jumlah siswa di kelas. Bila jumlah siswa dalam kelaslebih banyak, kegiatan saya bagi dua gelombang.

Masing-masingkelompok dibekali dua karet gelang. Tengahnya dipotong sehingga membentuk duaujung. Tugas anggota kelompok adalah memindahkan kelereng ke tempat yang sudahdisiapkan. Tempat ini berupa tutup botol tinta spidol yang diletakkan di mejadan berada di luar kelas. Jika dalam memindahkan, kelereng itu jatuh, yadiulang dari awal lagi.

Kelihatannyamemang mudah. Faktanya tidak. Hampir semua siswa mengalami kesulitan. Sekalijalan, gagal, kemudian mengulang lagi dan gagal lagi. Setelah percobaan yangkesekian kalinya baru berhasil. Mungkin mereka berhasil mengangkat, gagal diperjalanan. Berhasil di perjalanan, gagal di ruang penyimpanan. Mulai lagi dariawal. Begitu seterusnya. Hingga akhirnya mereka semua berhasil memindahkan.Walaupun ada yang cepat, dan ada yang lambat. Kecepatan dalam hal ini bukanlahtujuan utama dan keberhasilanlah yang diutamakan.

Tapi,bisa dibayangkan untuk bisa mencapai keberhasilan tadi harus melalui berbagaiproses. Bisa Anda bayangkan, mereka sudah merangkai karetnya sedemikian rupatapi susah meletakkan kelerengnya. Maklum saja karena kelereng tidak bolehterpegang tangan selamka proses memindahkan.

Kelerengsudah berhasil dijaring. Diangkat perlahan kemudian berjalan pelan. Pelan, amatpelan. Ketika kelereng akan disimpan, salah seorang peserta lengah. Kelerengjatuh. Gagal lagi. Mereka mengekspresikan perasaan mereka dengan melompat,berteriak, mengumpat, tertawa sepuasnya. Tapi mereka belajar. Mengoreksikesalahan supaya kegagalan tidak terulang.

Karetgelang dirangkai. Rupa-rupa modelnya. Ada yang segitiga, segiempat ataumembentuk gambar tidak beraturan. Jika mengambil kelereng, karetnya ditarikbersamaan sehingga lingkarannya melar. Jika kelereng sudah berhasil dijaring,karetnya dikendorkan kembali baru diangkat. Berhasil.

Keberhasilanini terus diulang pada kelereng berikutnya. Kemampuan ini disebut denganketerampilan komputasional. Jika satu pola berhasil, maka pola tersebut akan cenderungdigunakan pada pekerjaan berikutnya

Tidaksemua kelompok yang berhasil itu membuat jaring yang rumit. Ada juga kelompokyang membuat jaring atau bentuk yang sangat sederhana. Hanya dengan membuatpersilangan dua karet gelang, kendorkan ketika mengambil lalu tarik untukmengangkat. Berhasil juga. Apakah keterampilan ini sekonyong-konyong muncul?Tentu saja tidak, harus melewati percobaan yang berulang-ulang.

Setelahsemua kelompok selesai memindahkan bom kelereng, tugas siswa selanjutnyamembuat refleksi kegiatan. Saya bertanya ke masing-masing kelompok. Padapercobaan yang keberapa baru berhasil mengangkat bomnya? Jawabannya beragam.Setelah berulang kali mencoba. Percobaan ketiga, keempat bahkan kelima. Malahada kelompok yang berhasil setelah melihat rangkaian kelompok lain. Kelompokterakhir ini juga sarat makna: sukses itu mesti dipelajari, sukses itu bisadari melihat kesuksesan yang lain bukan semata-mata pemberian.

Adasiswa yang bertanya, kenapa mesti memakai kelereng? Nah, pertanyaan ini yangsebenarnya akan saya tanyakan ke mereka. Kelereng itu bentuknya? Bulat…jawabmereka serempak. Sifat kelereng yang lain? Licin, susah dikendalikan sehinggasusah dipindahkan.  

Setiappribadi butuh pengendali, butuh aturan, butuh hukum. Inilah yang kita sebutdengan norma, nilai-nilai. Setiap pribadi punya nilai-nilai yang diyakini untukmengatur dirinya. Jika tidak maka cenderung liar, susah diatur. Sepertikelereng, jaringnya mesti rapat.

Diakhir sesi layanan ini, saya memberi tugas ke masing-masing siswa untukmerefleksikan hasil ‘bermain’nya ini dalam bentuk komentar yang ditulis dikolom komentar di akun IG saya, yupitersulifan. 


Komentar