• DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
cloud

Lakon Darlis



INOVATOR
NAMA DRS. H. MASHADI, M.PD.
PROFESI Kepala Sekolah
NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 BOJONEGORO
ALAMAT Jl. Hos Cokroaminoto No. 09 Bojonegoro
TGL UPLOAD 12 Dec 2019
FILE INOVASI LAKON DARLIS.pdf

Manfaat

UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN KARAKTER PESERTA DIDIK


Sasaran

MEMBERIKAN INOVASI PEMBELAJARAN KARAKTER DI SEKOLAH


Deskripsi

Tujuan umum Lakon Darlis adalah untuk membantu individumengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan danpredisposisi yang dimilikinya (dalam hal ini kasus kecanduan pornografi dimedia sosial dan pelecehan seksual), berbagai latar belakang yang ada (seperti:latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi) serta sesuai dengantuntutan positif lingkungannya. Dalam kaitan ini Lakon Darlis (LayananKonsultasi Darus dan Literasi) membantu individu untuk menjadi insan yang bisa menyelesaikanpersoalan secara benar dengan pendekatan agama dan memberi keluasan wawasanmelalui pengalaman  literasi.

 

Manfaat Lakon Darlis ada beberapa yaitu :

Memberikan bantuan pada peserta didik dalam mengenalidirinya, mengetahui masalahnya dan dapat mengambil keputusan untuk mengatasimasalah yang sedang dihadapi, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Bagi guru pembimbing merupakan satu strategi tepat guna dansasaran untuk memberikan layanan pada siswa yang mengalami persoalan dalam halini kecanduan pornografi di media sosial dan pelecehan seksual. Strategi inijuga ampuh untuk mengembalikan siswa sesuai dengan tuntunan kehidupan yaituagama dan tujuan pendidikan.

Bagi sekolah sebagai sarana untuk mewujudkan tujuanpendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangbertanggung jawab

 

Dalam sesi pertama konselor menggunakan teknik ajakan bicarajadi  berusaha mengungkap semua penyebab masalah konseli sehinggadidapatkan data yang akurat,  kemudian  memberikan pertanyaan terbukaguna memancing konseli bercerita mungkin ada masalah lain yang membuat konselisering melihat Vidio porno dan mengalami pelecehan seksual.  Setelahpertemuan pertama konselor dan konseli membuat kesepakatan untuk melajutkanproses konseling.

Dalam pertemuan kedua konselor menggunakan pendekatananalisis dengan transaksional dengan teknik memberikan kedewasaan untukmengambil keputusan guna menyelesaikan masalah. Kemudian konselor mengarahkansiswa ke masjid yang tempatnya berdekatan dengan ruang BK untuk menjalaniritual melepas masa dengan darusan yang dibimbing guru agama. Pertemuan selanjutnyasiswa diberi arahan ke perpustakaan untuk membaca buku-buku yang sudah direkomuntuk menyelesaikan masalahnya dengan bimbingan guru petugas perpus yangnantinya dilanjutkan dengan menulis atau bercerita pengalaman membacanya kepadaguru BK. Kegiatan ini akan diakhiri dengan evaluasi hasil yang nantinyadibutuhkan untuk menentukan berapa lama dia harus mengikuti terapi ini.

 

 

 


Komentar