• DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
cloud

Biofoam Engkong (bio-biodegradable Dari Eceng Gondok Sebagai Bahan Utama)



INOVATOR
NAMA SMAN 1 KEDUNGPRING
PROFESI PNS
NAMA SEKOLAH SMAN 1 Kedungpring
ALAMAT Jl. Mayangkara No. 11 Kedungpring
TGL UPLOAD 08 Nov 2019
FILE INOVASI

Manfaat

Biofoam dapat digunakan sebagai isolator panas. peredam panas ini digunakan sebagai peredam panas dalam ruangan agar dapat menjadikan ruangan tersebut dingin sehingga makhluh hidup merasa nyaman tinggal didalam ruangan tersebut. selain itu Biofoam ini juga mudah terdegradasi sehingga tidak mencemari lingkungan. Dalam proses pembuatannya tidak digunakan bahan kimia berbahaya sehingga aman untuk diaplikasikan atau digunakan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan biofoam juga mudah didapat dan harganya relatif murah sehingga tidak sulit untuk diproduksi dalam skala besar. Di masa depan, peneliti akan mengembangkan penelitian ini lebih jauh untuk membuatnya lebih baik dari sebelumnya, selain itu peneliti juga akan melakukan kampanye dan sosialisasi produk jika produk tersebut sempurna untuk digunakan sesuai penggunaan. Setelah produk diterima oleh masyarakat, peneliti akan menerapkan dan mengembangkan produk yang berkelanjutan


Sasaran

Bagi siswa, karya ilmiah ini bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menambah wawasan dalam kegiatan belajar disekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Bagi masyarakat, karya ilmiah ini bisa digunakan sebagai bahan telaah untuk mempertimbangkan inovasi baru dalam penggunaan biofoam yang higienis dan efektif tanpa pencampuran bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan makhluk hidup. Bagi pemerintah, karya ilmiah ini semoga bisa menjadi solusi untuk pemanfaatan tanaman gulma dengan sederhana, mudah, bahkan bisa mencegah beberapa masalah yang telah terjadi di Indonesia salah satunya adalah banjir. Bagi perusahaan industri, karya ilmiah ini bisa digunakan sebagai inovasi baru dalam pembuatan biofoam pengganti styrofoam.


Deskripsi

Jakarta, Kemendikbud --- Prestasi hebat kembali diraihpemuda Indonesia. Siti Nur Kholisah dan Suprihatin, peneliti muda Indonesiayang berasal dari SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur, berhasilmeraih medali emas di ajang Kompetisi Penemu Muda atau Young InventorsChallenge (YIC) yang diselenggarakan pada tanggal 21 September 2019, diMalaysian Global Innovation & Creativity Center (MAGIC), Cyberjaya,Malaysia.

 

Penelitian siswa Indonesia yang mendapatkan penghargaanmedali emas di YIC 2019 mengenai foam yang berasal dari eceng gondok dan tepungsingkong yang dirancang sebagai thermal insulator atau penahan panas dalamruangan. Temuan tersebut sesuai dengan tema yang diusung YIC tahun 2019, yaituSustainable Development Goals-12 (SDGs-12). Salah satu tujuan SDG’s adalahmemastikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab terhadap lingkungan,sosial, dan budaya.

 

Ajang YIC 2019 diikuti 446 pendaftar berasal dari 10 negaradi Asia, yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam,Myanmar, Vietnam, China, Timor Leste dan Indonesia. Indonesia dalam ajang inimengirimkan tiga tim untuk bersaing dengan 133 tim finalis lainnya. Ketiga timIndonesia berasal dari tiga sekolah menengah atas, yakni tim ke-1 beranggotakanSiti Nur Kholizah dan Suprihatin dari SMA Negeri 1 Kedungpring, Lamongan, JawaTimur dengan karya ilmiah yang berjudul Biofoam Engkong; Tim ke-2 beranggotakanSafira Aprilia Safitri dan Esti Indriani dari SMA Negeri 1 Cisarua, Lembang,Jawa Barat dengan karya temuan inovasi yang berjudul “Nature Pot” (pot yangterbuat dari limbah media tanam jamur), dan; tim ke-3 beranggotakan Noni MilaArdani dan Ni Putu Ayu Ratna Dewi dari SMA Negeri Banua Kalimantan Selatandengan karya temuan inovasi berjudul “Pake-Ka” (kertas yang terbuat dari daunKalakai).

 

Delegasi Indonesia pada YIC 2019 terpilih melalui seleksinasional pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan FestivalInovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) tahun 2018.

WhatsApp Image 2019-09-25 at 07.53.45.jpeg

Purwadi Sutanto, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas(PSMA) mengatakan bahwa OPSI dan FIKSI merupakan ajang yang diselenggarakan olehDirektorat PSMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, KementerianPendidikan dan Kebudayaan, bertujuan untuk menjaring dan membina talenta mudadi bidang penelitian dan kewirausahaan untuk siswa SMA.

 

Alvanov Zpalanzani Mansoor, dosen Institut Teknologi Bandungyang turut mendampingi delegasi YIC di Malaysia mengatakan bahwa kegiatan yangdiselenggarakan oleh Asosiasi Sains Teknologi dan Inovasi (ASTI) mengharapkanmunculnya invention (penemuan) yang memberikan solusi atas permasalahan lokalyang dapat diimplementasikan pada konteks global. “Harapan tersebut menjadibenang merah yang dapat ditarik dari karya-karya temuan para pemenang YIC 2019.

 

Karya Siti Nurkholisah dan Suprihatin sangat relevan denganpermasalahan pada konteks global, yaitu fenomena pemanasan global. Temuanmereka dapat menjadi produk industri inovatif berbasis kearifan lokal, namunberdaya saing global,” terangnya.

 

Rizal Alfian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) yang juga ikut mendampingi delegasi YIC di Malaysia menambahkanbahwa selain mendapatkan penghargaan medali emas, tim Indonesia jugamendapatkan penghargaan 1st Runner Up Pitch Video Competition pada YIC 2019.Video yang dibuat oleh para finalis YIC adalah video yang mempresentasikan temuanatau karya ilmiahnya. Penghargaan tambahan ini diberikan oleh panitia YICsebagai wujud apresiasi dalam pengembangan kompetensi komunikasi siswa melaluimedia digital.

“Kemendikbud telah menjalankan fungsinya dalam pembinaan danpenjaringan talenta peserta didik untuk jenjang pendidikan menengah. Diharapkantelenta muda yang telah terjaring ini dapat ditindaklanjuti pada jenjangpendidikan tinggi. Sehingga pembinaan yang dikelola secara berkesinambungandapat dipetik manfaatnya untuk negara dan bangsa Indonesia,” ucap Rizal.

 

Delegasi Indonesia pada YIC 2019 setibanya di Malaysia padatanggal 19 September 2019 disambut baik oleh Kedutaan Besar Republik Indonesiamelalui perwakilan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Malaysia. TimIndonesia akan kembali ke Jakarta dengan Maskapai Garuda Indonesia denganpenerbangan GA 0821 pada tanggal 23 September 2019 dan rencana tiba di BandaraInternasional Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIB.

 

Jakarta, 23 September 2019

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: www.kemdikbud.go.id


Komentar