• DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
cloud

Smk Mini Pencetak Irausaha



INOVATOR
NAMA DARIS WIBISONO SETIAWAN
PROFESI Guru
NAMA SEKOLAH SMK NU Tenggarang
ALAMAT Jalan Pakisan 341 Desa Bataan Kecamatan Tenggarang
TGL UPLOAD 31 Oct 2019
FILE INOVASI Presentasi Best Practice-dikonversi_compressed.pdf

Manfaat

pertama, penumbuhan jiwa entrepreneurship di SMK NU Tenggarang melalui implementasi jimat SMK Mini menjadikan SMK NU Tenggarang bisa menjadi pembeda dengan sekolah lainnya dalam bidang praktek kewirausahaan hingga bisa menghantarkan lulusannya tuntas berwirausaha; kedua, pengembangan berkelanjutan jimat SMK Mini dengan lahirnya Unit Produksi Aswaja dan data lulusan yang siap kerja-siap berwirausaha pada bidang perikanan menunjukkan komitmen SMK NU Tenggarang meskipun menjadi sekolah gratis sampai lulus tetapi mempunyai komitmen yang tinggi dalam menjaga kualitas pendidikannya. \\\\r\\\\n \\r\\n \r\n


Sasaran

Tujuan Inovasi adalah; a) Menciptakan tenaga kerja terampil, b) Mendukung program peningkatan akses, ketersediaan, keterjangkauan dan pemerataan kesempatan belajar SMK di Pondok Pesantren, c) Menurunkan angka pengangguran, d) Meningkatkan perekonomian di lingkungan pondok pesantren, e) Mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran SMK di Pondok Pesantren, f) meningkatkan skill para santri sehingga mampu membuka lapangan kerja di lingkungan pondok pesantren sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal, g) Mewujudkan SMK Mini di Pondok Pesantren yang berbasis kewirausahaan, h) Mewujudkan produk unggulan


Deskripsi

SMKMINI PENCETAK WIRAUSAHA

Daris Wibisono Setiawan, S.S, M.Pd

SMK NU Tenggarang – Bondowoso – Jawa Timur

Email: [email protected]

Memulai artikel ini marilah berkontlemplasi dengan sebuahadagium "Hari ini adalah sebuah masa lalu dan masa depan adalahhari ini". Ketika kita berbicara tentang masa kini sesungguhnyakita akan mengatakan hari ini menjadi kemarin ketika besok menjelang, dan kitasegera menyebut masa depan itu menjadi hari ini ketika besok sudah tiba,artinya apa yang kita raih hari ini adalah refleksi dan resultante dariperjuangan masa lalu, dan apa yang akan kita dapatkan di masa depan adalah buahdari jerih payah kita di masa kini. Sehingga, jika hari ini kita dengan semangat pantang menyerah dan penuhkebahagiaan berjuang mencerdaskan generasi emas masa depan di sekolah danlingkungan masyarakat kita, maka masa depan bangsa Indonesia akan menjadi lebihbaik. Begitulah kiranya langkah tulus pejuang pendidikan di SMK NU Tenggarangyang menghibahkan jiwa raganya membangun bangsa melalui pendidikan.

SMKNU Tenggarang dengan tagline abadisejak berdiri tanggal 23 Juli 2009 adalahSatu-satunya SMK Gratis Sampai Lulus Terakreditasi B di Indonesia” merupakanlembaga pendidikan kejuruan dibawah Yayasan LP Ma’arif NU Bondowoso. Sekolahyang lahir lahir dengan semangat tinggi untuk memberikan kesempatanseluas-luasnya kepada masyarakat khususnya yang mempunyai keterbatasan ekonomiuntuk bisa menyekolahkan anaknya GRATIS SAMPAI LULUS. Tidak sebatas pada sloganGRATIS SAMPAI LULUS, namun sekolah ini mempunyai komitmen yang sangat tinggiuntuk menjaga kualitas. Pada perkembangannya, SMK NU Tenggarang mampu menjawabtantangan pergerakan jaman yang cepat dengan lulusan 100% siap kerja danberwirausaha. Disamping itu, kebijakan sekolah gratis yang pada awalnya menjadipolemik pada akhirnya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menitipkan masadepan anaknya pada SMK NU Tenggarang. Tingginya kepercayaan masyarakat itulahyang sejatinya menjadi semangat berlebih sekolah dengan menjadikan keterbatasansebagai pijakan untuk melesat.  

KabupatenBondowoso merupakan kabupaten termiskin di Jawa Timur, menyandang “peringkat”nomor 35 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Rendahnya Indeks PembangunanManusia (IPM), rata-rata angka lama sekolah hanya 5,5 tahun, tingginya angkapernikahan dini, rendahnya minat anak sekolah, dan “kearifan lokal” lainnyamenjadi salah satu tujuan pendirian SMK NU Tenggarang dengan semangat SekolahGratis Sampai Lulus. Sementara itu, dari 23 kecamatan di kabupaten Bondowoso, jumlahlembaga Pendidikan SMK sebanyak 18 SMK Negeri dan 35 SMK swasta. Menjamurnyasekolah SMK,  membuat SMK NU Tenggarangharus terus manajamkan kualitasnya agar selalu mendapatkan kepercayaanmasyarakat. Jarak kecamatan Tenggarang yang dekat dengan kota juga menjadisalah satu faktor bahwa keberadaan SMK NU di kecamatan Tenggarang ternyatabukan menjadi pilihan utama bagi masyarakat kecamatan Tenggarang pada khususnyauntuk menyekolahkan anaknya. Hal ini bisa terlihat dari tabel rekapitulasijumlah siswa SMK NU Tenggarang pada tiga tahun terakhir berikut ini;

RekapitulasiJumlah Siswa SMK NU Tenggarang

Tahun Ajaran

Kelas

Jumlah

X

XI

XII

2016/2017

59

57

49

165

2017/2018

77

59

57

193

2018/2019

59

82

46

187

Total

195

196

148

545

(Sumber: Dokumen SMK NU Tenggarang)

            Latarbelakang mata pencaharian orang tua siswa SMK NU Tenggarang tentunya adalahmasyarakat ekonomi kurang mampu, kondisi ini linier dengan visi misi sekolahdalam membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang kurang beruntungsecara ekonomi dapat menyekolahkan anaknya dengan gratis di SMK NU Tenggarang.Adapun mata pencaharian orang tua siswa/i SMK NU Tenggarang seperti dalam tabelberikut;

MataPencaharian Orang Tua Siswa kelas X

TahunPelajaran 2018/1019 SMK NU Tenggarang

NO

PEKERJAAN

JUMLAH

PROSENTASE

1

PNS/TNI/POLRI

0

0%

2

Pedagang/wiraswasta

14

24%

3

Tukang Becak

12

20%

4

Petani

11

19%

5

Buruh Tani

22

37%

JUMLAH

59

100%

(sumber: dokumen SMK NU Tenggarang)

Dari data penulusuran riwayatpekerjaan orang tua seperti terlihat di atas dapat dijelaskan bahwa input siswayang masuk di SMK NU Tenggarang sebagian besar adalah siswa yang kurangberuntung dalam ekonomi. Realitas ini tentu saja berdampak pada prosespembelajaran yang terjadi dikelas seperti; (1) rendahnya semangat belajar, (2)masih rendahnya tingkat kesadaran pentingnya pendidikan, dan (3) masih lemahnyaketerlibatan orang tua dalam memberikan motivasi anaknya. Menariknya, denganlatar belakang kondisi tersebut, SMK NU Tenggarang dengan kolektifitasnyamembangun mental dan semangat juang peserta didik dari titik NOL hingga padaakhirmya bisa menghantarkannya pada DU/DI.

SMK NU Tenggarang fokuspada satu kompetensi keahlian yaitu Agribisnis Perikanan. Dunia perikanan yangterbentang luas dengan prospek kerja maupun wirausaha menjadi alasan utamapemilihan kompetensi tersebut. Pilihan jitu mengembangkan bidang perikananmenjadikan SMK NU Tenggarang semakin eksis dengan jumlah murid yang banyak danlulusannya banyak yang sukses bekerja dalam bidang perikanan. Hal ini sesuai denganvisi pendirian SMK NU Tenggarang yaitu “Terwujudnya sumber daya manusia yangbertaqwa kepada Allah SWT dan mempunyai kecerdasan intelektual yang tinggisehingga mampu melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk kemandirianekonomi demi kemajuan bangsa”Sebagai wujud komitmen untuk mencapai visi danmisi dibutuhkan komiten bersama antara kepala sekolah dan semua dewan gurudengan syarat multak loyalitas-integritas- dan totalitas tanpa batas. Modalutama menjadi kepala sekolah adalah berfikir dan bertindak blue ocean (nyleneh, berani beda, dan menentang arus). Kondisi inisesuai dengan dinamika pendidikan SMK yang sangat cepat untuk pemenuhankebutuhan dunia usaha dan industri menuntut pentingnya berfikir cerdas dalammembuat terobosan-terobosan dan pelatihan-pelatihan secara terus menerus danberkelanjutan untuk peningkatan kompetensi siswa. Komitmen tinggi SMK NUTenggarang sebagai penyelenggara pendidikan gratis sampai lulus bagi siswamiskin untuk menciptakan lulusan yang berkulitas dan mampu berdaya saingmenghadapi tantangan jaman massif dilakukan.Salah satunya adalah kebijakan “gila” Praktek Kerja Industri (Prakerin) 1tahun, yang kebijakan pemerintah hanya mewajibkan 3 bulan. Kebijakan ini padaawalnya mendapatkan reaksi keras dari dinas pendidikan, para guru, siswa, dantentunya para wali murid. Keyakinanku dengan kebijakan itu adalah upayamaksimal untuk peningkatan kualitas komptensi untuk menutupi keterbatasan lahanpraktek di SMK NU Tenggarang. Meyakinkan orang dengan argumentasi ilmiah dan komunikasidengan cinta dan kesabaran menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaanprogram prakerin 1 tahun. Gayung bersambut, dimana semua tempat prakerin SMK NUTenggarang sangat menguntungkan siswa, makan dan penginapan selama setahungratis. Tidak hanya itu, para siswa prakerin juga digaji minimal 750ribu/bulandan bonus 3 bulan sekali dari perusahaan, sebuah nilai nominal gaji yang sangatbesar bagi anak-anak miskin SMK NU Tenggarang.

Salah satu kejadianyang sangat menyentuh hati dan bisa membuatku semakin bersyukur adalah saat adaseorang ibu tua wali murid SMK NU Tenggarang datang kesekolah, langsungmemelukku dengan erat sambil berurai air mata dan berucap

“Matorsakalangkong bapak, guleh kalaben warga bisa dhe’er nasek nyaman olenah pessehprakerin deri anak guleh, guleh sakaluarga maos mator sakalngkong se ce’rajenah ka bapak kalaben sekolahan nekah”

(Terima kasih banyakbapak, saya dan keluarga bisa makan nasi enak karena uang hasil prakerin anaksaya, kami sangat berhutang budi pada bapak dan sekolah ini). Sebagai kepalasekolah, saya nbenar-benar sangat terharu, syukur nikmat yang luar biasa dankebanggaan yang luar biasa bisa membuat orang lain dalam hal ini wali muridmenangis bahagia.  

Kecerdasan sosial,kekuatan membangun jaringan dan membangun jaringan baru, memanfaatkan peluangdengan cepat, membangun komunikasi aktif dengan pemangku kebijakan, membangunsemangat gotong dengan memaksimalkan segala potensi, serta manajemen berbasis“manajemen langit” jejaring guru-guru menjadi kunci sukses pembangunan gedungSMK NU Tenggarang yang pada awalnya hanya 1 kelas tahun 2009 menjadi 6 kelasbaru tingkat pada tahun 2012. Sungguh masih terasa seperti mimpi, bisamembangun 6 kelas baru tingkat tanpa bantuan dari pemerintah karena syarat utamatanah SMK NU bersertifikat belum bisa terpenuhi adalah salah satu pencapaian“gila” yang luar biasa. Pada perkembangan selanjutnya, SMK NU Tenggarang sampaisekarang sudah meliliki 9 ruang kelas, 2 ruang praktek siswa,  laboratorium komputer, dan fasilitas-fasilitaslainnya yang sangat mendukung upaya peningkatan kompetensi siswa.

 

ProgramSMK Mini

 “Manajemen langit” dan optimalisasi perankepala sekolah yang dilakukan kepala sekolah dengan dukungan penuh semua wargasekolah merupakan kunci sukses eksistensi SMK NU Tenggarang dari awal berdirihingga sekarang. Sementara itu, ada sebuah Jimat yang diyakini membawa keberkahansekolah hingga bisa cepat melesat dan menjadi pembeda dengan sekolah lainnya. jimattersebut adalah SMK Mini. SMK Mini merupakanpengembangan fungsi SMK di Pondok Pesantren sebagai pusat pelatihanketerampilan terpadu dalam upaya menekan angka pengangguran yang tinggi,peningkatan kualitas proses yang minim keterampilan, peningkatan jiwaentrepreneur dalam diri siswa, serta yang paling penting dari program ini dapatbermanfaat secara maksimal terhadap masyarakat dalam rangka peningkatan ekonomirakyat. Adapun, program spektakuler SMK Mini tersebut tertuang dalam PeraturanDaerah Jawa Timur No 14 tahun 2014.

SMK Mini sendirididirikan sesuai dengan potensi daerah yang ada di wilayah pondok pesantrentermasuk program studi (prodi) maupun materi yang akan diajarkan, disesuaikandengan kebutuhan kerja di daerah sekitar. Kelulusan siswa SMK Mini akanmengantongi Sertifikat telah mendapat pelatihan di SMK Mini. Peserta didik padaSMK Mini bisa diambilkan dari santri di ponpes tersebut maupun warga sekitar.Tidak ada syarat pendidikan khusus yang harus dimiliki calon peserta didik.Seleksi calon siswa SMK Mini diserahkan kemasing-masing ponpes. Belajar di SMKMini dengan waktu pelatihannya sekitar enam bulan, sederhananya sepertimengikuti pelatihan/kursus di BLK, dimana lebih mengedepankan praktek daripadaberkutat pada teori.

 

SMK merupakan bagian integral dari sektorekonomi yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perludikembangkan kuantitas dan kualitasnya. Kualitas SMK akan mereflesikan kualitastenga kerja Indonesia yang perlu dibangun untuk meningkatkan keunggulankompetitif sumber daya manusia Indonesia. Dengan demikian, SMK memegang peranpenting dalam menekan angka pengangguran di Indonesia. Lebih jauh dijelaskandalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan (SNP), tujuan penyelenggaraan SMK adalah pendidikan menengah kejuranmengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta sikapprofessional.

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalahproses krreatif, inovatif, mampu memanfaat-kan peluang, berani mengambilrisiko, dan mampu memasarkan sekolahnya. Para ahli sepakat bahwa yang dimaksuddengan kewirausahaan menyangkut tiga perilaku yaitu: kreatif, komitmen(motivasi tinggi dan penuh tanggung jawab), dan berani mengambil risiko dankegagalan. Wirausaha yang sukses harus memiliki tiga kompetensi yaitupengetahuan, keterampilan, dan sifat kewirausahaan. (Suryadarma,2009).

Program SMK Minisangat linier dengan nafas pendidikan SMK. Harus diakui, bahwa programkewirausahaan di SMK pada dasarnya merupakan salah satu program pembelajaranyang bertujuan untuk penanaman nilai kewirausahaan melalui pembiasaan,penanaman sikap, dan pemeliharaan perilaku wira-usaha. Kewirausahaan padahakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalammewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Inti dari kewirausahaanadalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.(kreatif daninovatif). Kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru; sedangkan inovasiadalah bertindak melakukan sesuatu yang baru. Secara etimologi kewirausahaan(entrepreneurship) pada hakikatnya merupakan suatu ke-mampuan dalam berpikirkreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar,sumberdaya,tenagapenggerak, tujuan, siasat, dan kiat dalam menghadapi tantangan hidup (Suryana,2003).

Strategi optimalisasi pemanfaatan jimatSMK Mini di SMK NU Tenggarang berjalan maksimal karena kepala sekolah mampumembangun semangat kolektif dewan guru sebagai eksekutor program kepada pesertadidik. Titik tekan utama tentunya adalah guru kewirausahaan. Peranan gurukewirausahaan diharapkan mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada, untukmengembangkan keseluruhan aspek pembelajaran kewirausahaan. Tujuan kurikulumyang sejatinya bukan sekedar mencetak tenaga technical skill tetapi lebih padalife skills. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktifatau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalamrangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Sikap tersebut dapatdiperoleh dari pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk mengelola suatuusaha agar dapat berjalan dengan manajemen bisnis yang professional.Pengetahuan, kemampuan dan keterampilan tersebut bisa didapatkan melaluipembelajaran kewirausahaan. Pembelajaran kewirausahaan di SMK merupakanpembelajaran adaptif yang diberikan kepada semua peserta didik dari kelas Xsampai kelas XII dan berlaku untuk semua program keahlian yang ada di SMK.

 

SMK MiniDorong SMK NU Melesat

Kebijakanpengembangan SMK Mini yang diberikan dalam bentuk hibah kepada pondokpesantren, sejak dimulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 adalah sebanyak232 SMK dengan rincian sebagai berikut; tahun 2014 66 lembaga, 2015 sebanyak74, dan 2016 sebanyak 92.365 Jumlah tenaga terampil yang dihasilkan dari hibahSMK Mini sebanyak 54.000.000 orang yang rinciannya; tahun 2014 sebanyak 14.000,tahun 2015 sebanyak 20.000, dan tahun 2016 sebanyak 20.000 tenaga terampil.

SMKMini sebagai program andalan Jawa Timur dengan harapan mulia seperti; a) Menciptakantenaga kerja terampil, b) Mendukung program peningkatan akses, ketersediaan,keterjangkauan dan pemerataan kesempatan belajar SMK di Pondok Pesantren, c)Menurunkan angka pengangguran, d) Meningkatkan perekonomian di lingkunganpondok pesantren, e) Mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasaranapendidikan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran SMK diPondok Pesantren, f) meningkatkan skill para santri sehingga mampu membukalapangan kerja di lingkungan pondok pesantren sesuai dengan potensi dankebutuhan lokal, g) Mewujudkan SMK Mini di Pondok Pesantren yang berbasiskewirausahaan, h) Mewujudkan produk unggulan SMK Mini; i) Menciptakan sentrausaha berbasis pesantren (Pesantren Preneurship); j) Meningkatkankesejahteraan santri dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren; k) Meningkatkanaktivitas perekonomian masyarakat, baik pada kegiatan produksi, distribusi,maupun konsumsi, dan (l) Meningkatkan perekonomian di lingkungan pondokpesantren.

SMK NUTenggarang menerima manfaat program SMK Mini pada tahun 2017 sebesar Rp.95.500.000,- (sembilan puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) dengan NaskahPerjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan nomor: 972/7089/101.3/2017. SMK NUTenggarang sejak awal menerima program mempunyai komitmen untuk melaksanakanprogram SMK Mini dengan baik, sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh wargasekitar sekolah dan semua warga sekolah. Program SMK Mini yang dijalankan diSMK NU Tenggarang memiliki tujuan khusus, antara lain meningkatkan skill siswa/santridengan memberikan pelatihan budidaya perikanan dan pengolahan hasil perikanan.Dengan pelathan ini diharapkan mampu menghasilkan peserta pelatihan SMK Miniyang mampu membuka lapangan kerja baru ditengah masyarakat dengan membuka usahaatau bekerja di tempat DU/DI. Program ini menjadi tantangan positif untuk terusmelakukan inovasi dan kreatifitas, baik dewan guru maupun kepala sekolah.

Kepala sekolah sebagai penanggung jawab multak pelaksanaan program SMK Minimempunyai tugas mulai dari pembentukan kepanitiaan, menyusun proposal kegiatan,menyusun rencana kerja, evaluasi program secara periodik, hingga pelaporansebagai bentuk pertangungjawaban kepada pemberi program. Langkah pertama yangdilakukan guru adalah melaksanakan in house trainning, sinkronisasi kurikulumantara kurikulum SMK dengan kurikulum DU/DI untuk disarikan dalam kurikulumyang dijadikan pedoman pelaksanaan program SMK Mini. Dari pelaksanaan in housetrainning menghasilkan produk kurikulum SMK mini, silabus, dan RPP SMK Miniyang menjadi pedoman semua tutor pelatihan SMK Mini dalam melaksanakanpembelajaran baik teori maupun praktek. 

Kegiatan pelatihanSMK Mini dilaksanakan selama 6 bulan, mulai Januari sampai dengan Juni Tahun2017. Kegiatan manajemen yang meliputi membangun kemitraan, penyusunan silabusdan modul dilakukan Desember 2017 dan Januari 2017. Untuk pelatihan SMK Mini dikelas meliputi materi; Entrepreneurship, merancang bisnis plan, strategi cerdasmelihat pasar,  membangun kemitraan,strategi pemasaran dan pelayanan, dan strategi membangun bisnis berbasis TI.Sementara itu, untuk kegiatan praktek yang dilakukan adalah; Praktek budidayaLele, Nila, Gurami, praktek pengolahan krupuk lele, krupuk cumi, pembuatan abonikan, kripik ikan jambrong, bakso ikan, sosis ikan, dan nugget ikan.

Di dalam posespelaksanaan program SMK Mini, SMK NU Tenggarang mengundang Asesor dari BLKSitubondo dan Praktisi budidaya serta pengolahan perikanan yang profesional dantelah merintis usaha dengan rentang waktu yang sangat lama. Hadirnya Asesor danpraktisi tersebut bertujuan untuk mengukur capaian hasil pelatihan yang didapatkanoleh siswa/i SMK NU Tenggarang selama 6 bulan tentunya dengan koridor penjaminan mutu kompeten pada setiap peserta program SMK Mini.

Program SMK Minitelah berakhir sejak tahun 2018, namun semangat SMK Mini telah menjiwai sekianbanyak alumni/siswa dan semua guru di SMK NU Tenggarang untuk terus menjagaeksistensi virus entrepreneurship yang selama ini berjalan dengan baik di SMKNU Tenggarang. Unit Produksi Aswaja, sebagai kelanjutan program SMK Mini terusmelakukan aktivitas kewirausahaan dalam bentuk pelatihan-pelatihankewirausahaan secara periodik kepada siswa dengan dana mandiri hasil penjualanproduk-produk unggulan pengolahan perikanan sekolah.

Kebijakan kepalaSMK NU Tenggarang dalam menerapkan Prakerin 1 tahun sebagai wujud komitmen sekolahuntuk melatih peserta didik segala hal mulai dari disiplin kerja, mengelolausaha, etoas kerja hingga larut dalam iklim dunia kerja yang syarat dengankompetensi dipadukan dengan melanjutkan program SMK Mini dengan eksistensi UPAswaja menjadi pembeda SMK NU Tenggarang dengan sekolah yang lainnya.kedahsyatan program tersebut setidaknya selain bisa membekali lulusan SMK NUTenggarang untuk siap kerja-siap berwirausaha-bahkan siap kuliah juga bisamendukung program pemerintah dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM)dan tentunya menjadi investasi emas membangun bangsa Indonesia. Tentunya,menjemput impian bangsa Indonesia mendapatkan bonus demografi 2045 menjadikekuatan eonomi dunia harus menjadi kerja kolektif semua komponen bangsa,termasuk perjuangan SMK NU Tenggarang di dalamnya.

Berdasarkanhasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan; pertama, penumbuhan jiwaentrepreneurship di SMK NU Tenggarang melalui implementasi jimat SMK Minimenjadikan SMK NU Tenggarang bisa menjadi pembeda dengan sekolah lainnya dalambidang praktek kewirausahaan hingga bisa menghantarkan lulusannya tuntasberwirausaha; kedua, pengembanganberkelanjutan jimat SMK Mini dengan lahirnya Unit Produksi Aswaja dan datalulusan yang siap kerja-siap berwirausaha pada bidang perikanan menunjukkankomitmen SMK NU Tenggarang meskipun menjadi sekolah gratis sampai lulus tetapimempunyai komitmen yang tinggi dalam menjaga kualitas pendidikannya.

 

Penutup

Sekolah adalah satu-satunya jalan pemutus mata rantaikemiskinan. Jalan yang menjadi takdir siswa SMK NU Tenggarang adalah jalan yangberliku, terjal, penuh liku, banyak tikungan dan tanjakan. Namun, dengan jalanseperti itulah puncak kesuksesan itu akan bisa diraih pada saatnya nanti. Padaakhirnya kami meyakini bahwa keterbatasan hidup bukanlah alasan terbelenggunyasetiap manusia pada kemiskinan dan keterbelakangan hingga pada akhir hayatnya.Sebaliknya, bangkit dan lawanlah keterbatasan itu dengan semangat yang menyala,karena didalamnya menyimpan dasyatnya kreatifitas dan inovasi. Akhirnya,rekomendasi bagi para pejuang pendidikan adalah sebagai berikut; pertama, lembaga pendidikan SMK harusmempunyai komitmen yang tinggi dalam menciptakan lulusan yang kompeten danberdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan jaman era revolusi industri 4.0;  kedua,SMK setiap saat harus terus  membangunLink and match dengan DU/DI dalam rangka menghantarkan lulusannyamengimplementasikan semua ilmu pengetahuan yang didapatkan di sekolah; ketiga, sarana dan prasarana menjadifaktor penting dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK, maka negara harus hadirdalam pemenuhan kebutuhan mendesak tersebut secara menyeluruh menyentuh semualembaga pendidikan SMK; dan keempat,tujuan akhir pendidikan SMK adalah tumbuh kembangnya jiwa entrepreneurship,maka optimalisasi revitalisasi SMK melalui kementrian pendidikan dan kebudayaanuntuk terus memberikan program kewirausahaan untuk para siswa SMK.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Budiyono,Aris. 2009. Pengembangan Model Kerjasama SMK dengan Dunia Usaha dan Industridalam Pembelajaran Program Produktif untuk Mengembangkan Kewirausahaan.Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Bogdan, R.C. & Biklen, S.K. 1990. Riset kualitatif untuk Pendidikan: PengantarKe Teori dan Metode. Terjemahan oleh Munandir. Jakarta: Direktur JenderalPendidikan Tinggi Depdikbud.

Suryana.(2003). Kewirausahaan : Pedoman Praktis,Kiat, Dan Proses Menuju Sukses. Edisi Revisi. Jakarta : Salemba Empat.

Sanjaya, wina. 2011. Strategi PembelajaranBerorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Media Prenada.

Winarno,Agung. 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Internalisasi Nilai-NilaiKewirausahaan pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang. JurnalEkonomi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Peraturan-peraturan

Dokumen laporan implementasiHibah SMK Mini di pondok pesantren Bidang Pembinaan SMK Dinas PendidikanProvinsi Jawa Timur.

Laporan Bidang Pembinaan SMKDinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, 8 Maret 2017

Peraturan Daerah Jawa TimurNomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan

Undang-UndangNomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional