• DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR
cloud

Produksi Pupuk Bokasi



INOVATOR
NAMA NANIK WINARSIH
PROFESI Guru
NAMA SEKOLAH SMK Negeri 1 Tulungagung
ALAMAT Jln. Raya Boyolangu Km.5
TGL UPLOAD 30 Oct 2019
FILE INOVASI

Manfaat

Manfaat Bagi SMK\\r\\n1. Membangun Kelas Industri dan atau Kemitraan\\r\\n2. Meningkatkan standar sarana prasarana\\r\\n3. Penguatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler yang kontekstual\\r\\n\\r\\n\\r\\nManfaat Bagi Guru\\r\\n1. Memberikan kesempatan kepada guru SMK untuk memperluas wawasan Instruksional\\r\\n2. Memberikan kesempatan kepada guru SMK untuk membangun jembatan instruksional antar kelas dan Dunia Kerja\\r\\n3. Membuat pembelajaran lebih menarik, suasana baru dan memotifasi siswa belajar\\r\\n\\r\\nManfaat Bagi Siswa\\r\\n1. Membekali peserta didik ketrampilan dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata sesuai kebutuhan Industri dan Dunia Usaha\\r\\n2. Mempersiapkan lulusan SMK menjadi Wirausaha\\r\\n3. Membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja , melalui kerjasama dengan Dunia Kerja\\r\\n4. Membekali siswa berperilaku sebagai industriawan di SMK Industry\\r\\n\r\n


Sasaran

1. Mendorong SMK mewujudkan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler yang kontekstual dengan Pertanian pendukung ketahanan pangan nasional;\\r\\n2. Meningkatkan kualitas pengelolaan pembelajaran di SMK sesuai tuntutan standar Industri;\\r\\n3. Membangun pola kemitraan dengan institusi/industri/asosiasi dalam rangka mengatasi kesenjangan kebutuhan tenaga guru, fasilitas praktik, dan keterserapan lulusan di dunia kerja di bidang Pertanian;\\r\\n4. Menyelenggarakan model pembelajaran yang dirancang bersama institusi/industri/asosiasi untuk pemenuhan produk dan kompetensi khusus lulusan yang diminta oleh Industri;\\r\\n5. Memberdayakan SMK untuk peningkatkan peran-serta dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat atau kawasan .\\r\\n6. Menyediakan wahana eksplorasi pembelajaran berwirausaha untuk pembekalan kerja mandiri \\r\\n


Deskripsi

BACK TO NATURE

Mengolah Limbah Menjadi Berkah

(Memulihkan Kesuburan Tanah Menggunakan Pupuk Bokasi)




ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang deberlakukan sejak akhrir 2015 merupakan wujud kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. Persaingan global di segala bidang ini tidak hanya melanda negara-negara ASEAN tetapi juga negara-negara di seluruh penjuru dunia. Bagi negara maju, mungkin adanya persaingan global hanya menuntut mereka untuk menyesuaikan diri dengan negara-negara yang lain. Tetapi bagi negara berkembang seperti Indonesia, adanya persaingan global menuntut untuk meningkatkan segala sektor negara, baik politik, ekonomi, pendidikan, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam rangka menyongsong dan mempersiapkan ASEAN sebagai basis Industri dan pasar regional  khususnya Sektor Pertanian, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian salah satunya melalui penyiapan Sumberdaya manusia pertanian yang kompeten dan profesional. Dalam Mennyongsong kebijakan kementerin pertanian tersebut.




Dalam memilih strategi pemecahan masalah SMK Negeri 1 Tulungagung terus melakukan Revitalisasi baik internal maupun ekstrnal. Pengembangan Internal diarahkan pada peningkatan capacity building kelembagaan SMK Negeri 1 Tulungagung. Keberadaan suatu organisasi sangat didukung adanya tiga pilar utama agar dapat berjalan dengan baik. Tiga pilar itu terdiri dari 1). keberadaan SDM yang baik, 2). Sistem penataan organisasi yang baik, Pengembangan eksternal diarahkan pada peningkatan kerjasama dengan Pemerintah/Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD/DU/DI. 




Beberapa landasan yang dijadikan pertimbangan memilih strategi yang ditetapkan yaitu 1). Potensi daerah sebagai penyumbang kontribusi yang tertinggi pada di sektor yaitu pertanian, peternakan, perikanan , industry olahan dan  perdagangan, 2). Mengembangkan prosedur dan mekanisme-mekanisme pekerjaan serta membangun hubungan kerja organisasi, 3). Pengembangan kapasitas Penerapan manajemen kualitas pelayanan public, 4). Mewujudkan peningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku yang dimiliki seseorang terkait dengan pekerjaannya untuk dapat diaktualisasikan dalam bentuk tindakan nyata , 5). Membangun jejaring untuk regenerasi sumberdaya pertanian dan produk pertanian.



Adapun hasil yang ingin dicapai dalam penetapan strategi yang dipilh guna memberikan pemecahan masalah yaitu;

1. Terciptanya kerjasama dengan Perhutani dalam bentuk perjanjian kerja sama dengan pihak perhutani dalam pemenuhan standar sarana prasarana (Resoerse sharing)

2. Terwujudnya pelayanan yang mengedepankan kepentingan pengguna

3. Terwujudnya budaya kerja Industri  melalui TEFA SMK

4. Terwujudnya kemampuan teknis dan kompetensi manajerial SDM organisasi

5. Terwujudnya peningkatan kapasitas dari sisi kuantitas maupun kualitas


2.3. Kendala-kendala yang dihadapi


Kendala maupun tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan hasil yang ingin dicapai sering muncul dalam sebuah organisasi antara lain ;

1. Belum memiliki standar sarana dan prasarana yang sesuai standar DU/DI,

2. belum semua guru produktif memiliki sertifikat Asesment dan Sertifikat Kompetentesi

3. budaya kerja industri belum dilaksanakan secara makasimal

4. belum meratanya penguasaan tentang cara-cara berinteraksi dengan orang lain untuk dapat menciptakan jejaring kerja dengan siapa saja, agar mendapatkan respon positif dalam organisasi

5. belum optimalnya pengembangan system menajemen laboraturium pengujian, penerapan manajemen kualitas layanan publik, rasio peralatan, Maintanance Repair , serta pengembangan tempat kerja


2.4.  Faktor – Faktor Pendukung

1. Kepercayaan masyarakat (para orang tua dan peserta didik) yang tinggi ditunjukkan dengan jumlah siswa 1635 siswa dengan target 1536 siswa (melebihi target) yang ditetapkan dalam SDP 

2. Perhatian pemerintah (Direktorat PSMK) yang selalu meningkat terhadap penyelenggaraan sekolah kejuruan/vokasional dengan ditetapkan sebagai SMK Revitalisasi pada Tahun 2017.

3. Adanya dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dalam penyelenggaraan pendidikan kejuruan/vokasional, lewat DAK dan dalam bentuk pengembangan kawasan melaluhi PKS dengan perhutani dengan luas lahan 77 Ha.

4. Adanya dukungan peluang kerjasama dengan institusi pasangan, baik Institusi Pemerintah, Perusahaan lokal, nasional, maupun internasional sehingga memungkinkan sekolah dapat bekerjasama dalam bentuk penyusunan kurikulum, pelaksanaan magang industry, praktek kerja industri (prakerin), ataupun ujian / sertifikasi kompetensi lulusan.

5. Lokasi yang strategis, dan kondisi sosial politik Kabupaten Tulungagung yang kondusif, memungkinkan penyelenggaraan pembelajaran lebih optimal


2.5. Alternatif Pengembangan

Dengan melihat tantangan atau kendala kendala yang dihadapi yang berpijak pada daya dukung yang dimiliki maka dapat di susun beberapa alternative yang dikembangkan pada SMK Negeri 1 Tulungagung untuk tahun 2020 – 2024 sebagai berikut;

1. Melanjutkan pengembangan yang sudah di sepakati dalam PKS berupa penanaman tanaman MPTS pada area lahan Resoerse Sharing

2. Pengembangan Unit Produksi ditingkatkan ke TEFA pada program keahlian

3. Melanjutkan pemenuhan standar sarana produksi TEFA per program keahlian

4. Menciptakan produk inovasi yang bernilai ekonomis tinggi

5. Menciptakan jejaring dengan lingkungan kawasan ekonomi dalam rangka perluasan akses


Mutu lulusan yang baik ditandai dengan daya serap yang tinggi pada pasar kerja, dan wirausaha mandiri atau prosentase besar yang  melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan mutu lulusan yang baik perlu ditunjang Pendidikan melalui pengembangan pada kelas Industri SMK. Pengembangan Sekolah dan Kewirausahaan yang di Usulkan ;  

1). Proses percepatan Revitalisasi melalui Fasilitasi membangun Link and Macth oleh Dinas Propinsi Jawa Timur, 

2). Peningkatan Lahan Resourse Sharing dengan Perhutani menjadi Lahan Hak Pakai untuk SMK Negeri 1 Tulungagung dalam rangka pemenuhan standar sarana prasarana dan juga pengembangan potensi local dan peningkatan ekonomi kawasan.

3) Pengalokasian Pembangunan Ruang Praktek Siswa / Laboraturium dalam upaya mengembangkan budaya Industri di Sekolah.


Kami sangat berharap Best Prectise Pengembangan Produk Inovatif dan Kewirausahaan SMK Tahun 2020 ini dapat disetujui / di implementasikan dengan pendampingan dari pemerintah propinsi sehingga kami pada akhirnya dapat menyediakan tenaga kerja sesuai tuntutan DU/DI dengan lebih baik bahkan mampu menciptakan lulusan langsung wirausaha Mandiri 7 % s/d 15 %. Adalah suatu keprihatinan  bila  terjadi proses pendidikan yang kurang didukung TF, kecakapan hidup, pendidikan abad XXI, inovasi teknologi  yang memadai sehingga setelah lulus siswa bukanlah menjadi aset bangsa akan tetapi menjadi beban bangsa/menjadi penggangguran. Karena pengangguran menjadi salah satu penyebab rusaknya tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 


Oleh karena itu SMKN 1 Tulungagung selalu berupaya agar proses pendidikan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan harapan masyarakat, DU / DI dan Pemerintah  sehingga nantinya lulusan mempunyai mutu yang baik, yakni menjadi wirausaha yang terampil bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berbudi pekerti yang luhur,  berdaya saing tinggi sehingga dapat menciptakan dunia kerja mandiri atau terserap dengan baik dalam pasar kerja



Komentar